Rabu, 05 September 2012

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI


PENGERTIAN KOMUNIKASI
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society.
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi mempunyai unsur-unsur antara lain :

A. SUMBER

Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.

B. KOMUNIKATOR

Dalam komunikasi, setiap orang atau kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan, sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator.

- Penampilan
   Penampilan ini sesuai dengan tata krama dengan memperhatikan keadaan, waktu dan tempat.

- Penguasaan masalah
  Seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul-betul menguasai      masalahnya. Dalam suatu proses komunikasi timbal balik, yang lebih menguasai masalah akan   cenderung memenangkan tujuan komunikasi.

- Penguasaan bahasa
  Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Penguasaan bahasa akan sangat   membantu menjelaskan pesan-pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada audience itu.

C. PESAN

  Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat secara   panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu   mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.

- Penyampaian pesan
  Melalui lisan, face to face, langsung menggunakan media, saluran dan sebagainya.

- Bentuk pesan

a) Informatif
    Bersifat memberikan keterangan-keterangan / fakta-fakta, kemudian komunikan mengambil     keputusan.
b) Persuasif
   Berisikan bujukan, yaitu membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang    kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak    sendiri ( bukan dipaksakan ). Perubahan tersebut diterima ata kesadaran sendiri.
c) Koersif
   Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila    tidak dilaksanakan.

Pesan yang disampaikan harus tepat, pesan yang mengena harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

- Umum
- Jelas dan gamblang
- Bahasa yang jelas
- Positif
- Seimbang
- Penyesuaian dengan keinginan komunikasi

Beberapa hambatan-hambatan terhadap pesan yaitu :

- Hambatan bahasa ( language factor )
Pesan akan disalahartikan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan, apabila bahasa yang digunakan tidak dipahami oleh komunikan.
- Hambatan teknis ( noise factor )
Pesan dapat tidak utuh diterima komunikan karena gangguan teknis.

D. CHANNEL / SALURAN

Chanel adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya radio dan sebagainya. Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa. Disebut demikian karena sifatnya yang massal, misalnya televisi dan sebagainya.

E. KOMUNIKASI

Komunikasi dapat kita golongkan dalam tiga jenis, yaitu personal, kelompok, dan massa. Dari segi sasarannya maka komunikasi ditujukan atau diarahkan kedalam komunikasi personal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa.

1) Komunikasi personal
Komunikasi yang ditujukan kepada sasaran yang tunggal.

2) Komunikasi kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Bentuk-bentuk komunikasi kelompok adalah : ceramah, breefing, dan lain-lain.

3) Komunikasi massa
Komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan media massa. Komunikasi massa sangat efisien karena dapat menjangkau daerah yang luas dan audience yang praktis tak terbatas, namun komunikasi massa kurang efektif dalam pembentukan sifat persona karena komunikasi massa tidak kemudian dapat langsung diterima oleh massa, tetapi melalui opinion leader ialah yang kemudian menterjemahkan apa yang disampaikan dalam komunikasi massa itu kepada komunikan.

F. EFEK
Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Efek ini sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, publik opinion, dan majority opinion.

1) Personal opinion
Personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu masalah tertentu.

2) Public opinion
penilaian sosial mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional.

3) Majority opinion
Pendapat sebagian terbesar dari publik atau masyarakat.

G. FAKTOR-FAKTOR YANG DIPE
RHATIKAN DALAM PROSES KOMUNIKASI

1) Empat tahap proses komunikasi
Menurut Cutlig dan Center komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan melalui empat tahap, yaitu :

a. Pengumpulan Fakta
Mengumpulkan data dan fakta sebelum seseorang melakukan kegiatan komunikasi.
b. Perencanaan
Berdasarkan fakta dan data itu dibuatkan rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya.
c. Komunikasi
Setelah planning disusun maka tahap selanjutnya adalah communication atau berkomunikasi.
d. Evaluasi
Penilaian dan analisa diperlukan untuk setiap kali melihat bagaimana hasil komunikasi tersebut.

2) Prosedur mencapai effect yang dikehendaki
Wilbur Schraam mengatakan : untuk mendapatkan effect yang baik dari komunikasi maka prosedur yang ditempuh adalah apa yang disebut sebagai “ A-A Procedure “ yaitu proses dari Attention ( perhatian ) ke Action (tindakan).
Lebih jelasnya proses tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

- Attention ( perhatian )
- Interest ( kepentingan )
- Desire ( keinginan )
- Decision ( keputusan )
- Action ( tindakan )
Aspek - Aspek Komunikasi yang Efektif dari atasan kebawahan
Sedikitnya ada lima aspek yang harus dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif  dari atasan kebawahan yaitu :
  1. Kejelasan ( clarity ) . Bahasa maupun informasi yang disampaikan dari atasan kebawahan harus jelas jika informasi yang diberikan itu tidak ada kejelasannya maka akan menimbulkan persepsi yang berbeda contohnya ketika supervisor memberi pengarahan bagaimana seorang karyawan menggunakan vacum cleaner, supervisor tida hanya menjelaskan bahkan supervisor harus memberi contoh atau mempraktekkan langsung bagaimana menggunakan vacum cleaner jadi karyawan tersebut langsung melihat bagaimana prosedur dalam menggunakan vacum cleaner. Sehingga tidak ada kesalahan pada saat karyawan tersebut menggunakan vacum cleaner tersebut.
  2. Ketepatan ( accuracy ) . Bahasa dan informasi yang disampaikan harus benar - benar akurat dan tepat . Bahasa yang digunakan harus sesuai dan informasi yang disampaikan harus benar . Artinya sesuai dengan apa yang sesungguhnya ingin disampaikan . Bisa saja informasi yang ingin kita sampaikan belum tentu kebenarannya , tetapi apa yang kita sampaikan benar - benar apa yang memang kita ketahui . Inilah yang dimaksud akurat di sini. Contohnya pada saat event weeding seorang supervisor dalam memberikan breafing pada karyawan dalam hal penyediaan peralatan makan. Peralatan makan  harus sesuai dengan yang di butuhkan agar tidak terjadi kesalahan seperti kurangnya peralatan oleh sebab itu sebelum seorang pimpinan memberikan informasi maka informasi itu harus dipikikan dan akurat sehingga dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Konteks ( CONTEX ) . Bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi dan lingkungan di mana komunikasi itu terjadi . Bisa saja kita menggunakan bahasa dan informasi yang jelas dan tepat , tetapi karena konteksnya tidak tepat maka reaksi yang kita terima tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contoh seorang chef dalam memberikan pekerjaan kepada bawahannya harus sesuai dengan tugasnya jikalau karyawan itu bertugas sebagai cook helper maka dia tidak boleh disuruh untuk mengolah makanan.
  4. Alur ( flow ) . Keruntutan alur bahasa dan informasi akan sangat penting dalam menjalin komunikasi yang efektif.
  5. Budaya ( culture ) . Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi , tetapi juga tatakrama atau etika jadi dalam penyampaian informasi kepda seseorang harus dengan penuh sopan santun.
Study kasus
Ketika seorang supervisor hendak memberikan breifing, sebaiknya mempersiapkan apa yang disampaikan kepada bawahannya pada saat brefing agar pada saat memberikan breifing supervisor tidak memberi informasi yang salah atau tidak jelas, agar bawahan mengerti tentang apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi khususnya bagian hospitality, Karena jikalau informasi yang diperoleh bawahan tidak jelas atau salah maka hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Oleh sebab itu sebagai seorang pemimpin sangatlah penting persiapan sebelum mengadakan briefing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar